Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Mutiara hikmah dari sang ayah tercinta

Tidak akan ada sebab datangnya Rizki tanpa usaha yang kita cari ~my father ~ Belajarlah ilmu sampai kalian mencarinya kedasar (sampai matang) , seperti menanak nasi jika hanya mentah tidak akan enak di mulut bahkan akan menjadikannya penyakit ~my father~ Tidak akan ada kebagjaan yang di dapatkan di dunia dan di akherat tanpa adanya ilmu ~my father~ Ikutilah sunah rosul dengan sifatnya 1. Sidiq( benar) minimal untuk diri kita sendiri 1. Tablig (menyampaikan)  jangan pernah takut menyampaikan kebaikan kepada orang lain 2. Amanah( dapat di percaya)  untuk diri kita sendiri 3. Fathonah (pintar) ~my father~ Karena hidup itu soal keberkahan.  Karena dari itu dimanapun kamu berada di manapun kamu tinggal, bersama siapapun kamu di sana carilah keberkahannya.  ~my father~ Hidup itu jangan pernah menginginkan di beri oleh orang tapi bagaimana caranya agar kamu bisa memberi kepada orang.  ~my father~ hafalkan 1 hadis dalam jangka waktu 1 hari maka 1 Bulan kamu a...

Mari berhijab

Bukan nya saya menyindir tapi sesama muslimah kita patut untuk saling mengingatkan.  Perkara hal hijab merupakan suatu hal yang wajib bagi kaum wanita wajib menutupinya dan wajib mengajak orang lain untuk mengingatkan menutupinya sebagaimana keterangan  berdasarkan firman Allâh Azza wa Jalla: وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُن...

Rumahku istanaku

Rumahku istanaku Cet orange dengan plat kayu berwarna ciklat Dengan kayu dan genting yang mulai lapuk di makan waktu Dinding kotor penuh bercak pensil dan debu cepretan air hujan Suara riang ocehan sang adik yang membawa keramaian Dan tangisan yang membawa kekesalan Hiruk pikuk di pagi hari Sang ayah pergi mencari rotan Demi sesuap nasi sang anak yang kelaparan Sang ibu bergeming di dalam dapur Dengan tungku yang menyala dan nasi yang mengepul Sang kakak beromel tak pernah lelah dan merasa kesal Bangun adiiikkk ayo kita mengepel Rumahku istanaku Bergeming tongeret di petang hari Sang ayah pulang membawa rizki Sang ibu merasa senang dengan ukiran senyum dan lesung pipi Si anak gembira menjemput rizki Jajannnnn...  Hanya suara itu yang ia beri Tenggelam Hening di malam hari Terlelap tidur di ruang yang mulai sepi Berkokok sua si jago menyambut mentari Aktifitas kembali seperti kemarin lagi Rumahku surgaku Tempat peraduanku Tempat berlindungku Tempat mengadu...

Doaku kepadamu wahai kholik

Ya rabb Hamba lemah di hadapanmu Hamba malu di hadapanmu Hamba ingin menangis dihadapanmu Hamba sudah putus asa Hamba sudah tak kuasa menahan ini Hamba ingin mengadu kepadamu ya rabb Ya rabb Engkau maha besar Engkau yang maha benar Hati sakit seperti tertusuk sehinsis bambu Ia tak bisa d obati hanya dengan obat ramuan dari dokter Apa yang membuatmu sakit wahai hati Tanyakanlah padaku wahai sail Aku sakit Aku merasa sakit Aku merasa sesak Aku merasa muak Sehingga mulutku tak bisa berucap kata Sehingga hatiku mati di luapi resah Sehingga jiwaku hitam tertutup kelabu malang Wahai rabb sang pemilik jiwa Tak mungkin aku berpaling dari mu sebagai dzat penciptaku Tak mungkin aku bersinggah di lain tempat selain aku meminta petunjuk darimu Tak mungkin aku brrhianat kepada selain dari pada penciptaku Tak mungkin aku mendurhakai diriku dengan aku lupa kepada rabb ku Wahai dzat pencita raga Hamba lemah dengan ujian ini Hamba tak kuasa merubah keadaan hati ini Hamba s...